Bab 174

Bibir Frederik melengkung membentuk senyum yang sarat maksud. “Memangnya aku ini bukan siapa-siapa?”

Ia mengangkat tangan, ujung jarinya menyapu lembut pipi Beatrice yang memerah karena marah. Suara Frederik rendah, serak. “Sandivaranya harus tuntas, kan?”

Beatrice sempat mengira lelaki itu akan ...

Masuk dan lanjutkan membaca