Bab 214

Frederick melirik layar ponselnya. Nama penelepon membuat keningnya makin berkerut, tapi tetap ia angkat.

Suara tua—namun masih tegas dan bertenaga—menyapa dari seberang. “Fred, maaf ganggu kamu malam-malam begini.”

Itu kakeknya Daisy, Donald Taylor.

“Pak Donald Taylor.” Nada Frederick sedikit me...

Masuk dan lanjutkan membaca