Bab 22

Ucapan itu meluncur dari Damar dengan keyakinan dingin yang sudah jadi cirinya.

Nadira memperhatikannya pura-pura membaca berkas, padahal jari-jarinya yang rapi sudah lama tidak membalik satu lembar pun. Sorot geli di matanya makin dalam.

Ia meniru sikapnya tadi—sedikit condong ke depan, menurunk...

Masuk dan lanjutkan membaca