Bab 244

Frederick mengangkat telepon tanpa sepatah kata.

“Pak Stuart.” Suara di seberang sana Brandon, nadanya sopan berlebihan, nyaris tak pernah terdengar seperti itu. “Yang Bapak minta sudah beres. Orang-orang bego yang nggak tahu diri itu udah diurus—kakinya dipatahkan, mayatnya dibuang di pinggir jal...

Masuk dan lanjutkan membaca