Bab 49

Wajah Daisy seketika pucat.

Dia memaksa diri tetap tenang, bibirnya tersenyum, tapi sorot matanya dingin. “Bea, kamu ngomong apa sih? Aku nggak paham.”

“Jangan pura-pura. Nggak perlu.” Beatrice terkekeh pendek, tawa yang terdengar meremehkan.

Dulu, Beatrice pernah terluka oleh permainan halus sem...

Masuk dan lanjutkan membaca