Bab 53

Nada bicara Nathan selalu begitu—merasa paling berhak, diselipkan ancaman tipis yang nyaris malas ia tutupi.

Naluri pertama Alya adalah mengabaikannya. Ia tak mau lagi terseret urusan keluarga Wijaya.

Tapi kalimat Nathan menancap di kepalanya. Buku-buku sketsa itu mewakili seluruh masa kuliahnya—r...

Masuk dan lanjutkan membaca