Bab 92

“Jangan takut, ya. Kamu tinggal di mana? Aku anterin pulang,” ujar Ara lembut.

Jari mungil si bocah menunjuk ke arah sebuah gang sempit yang berjejal, matanya membesar—antara memberi arah dan dicekam takut. “Di situ… tinggal lurus, terus belok ke sana… tapi, tolong, aku nggak mau masuk sendirian.”

...

Masuk dan lanjutkan membaca