Bab [131] Bima Wibowo

Sisi Yunita bangkit berdiri, menatap nanar ke arah mereka dari kejauhan. Sorot lampu senter yang tajam menerpa wajahnya, memaksanya menyipitkan mata secara refleks. Sosok-sosok itu semakin mendekat. Empat pria berbadan tegap dengan setelan serba hitam. Ah, ralat, sebenarnya ada lima orang. Di tengah...

Masuk dan lanjutkan membaca