Bab 179

Sebastian itu memang perhatian.

“Iya. Kemarin saja saya dengar ayah kamu bilang dia sempat khawatir soal jodoh kamu. Sepertinya sekarang beliau nggak perlu khawatir lagi.”

Bibir Sebastian terangkat tipis. Tetap aja harus khawatir. Wong gue belum nikah—penolakan itu selalu mungkin.

Satu kalimat it...

Masuk dan lanjutkan membaca