Bab 198

Laras membeku mendengar pertanyaan itu. “Aku nggak paham maksud kamu.”

Bastian mendadak diam.

Keheningan merambat memenuhi kabin mobil. Laras benci suasana begini—dia lebih suka ngomong terus terang; menahan-nahan isi kepala cuma bikin dadanya terasa berat.

“Nggak apa-apa. Kita balik aja.” Basti...

Masuk dan lanjutkan membaca