Bab 205

Suasana kamar rumah sakit itu mencekik. Yang terdengar cuma napas Alya dan Leo, berat dan serak, seperti binatang yang sekarat.

Alya tiba-tiba mendorong tubuhnya menjauh dari dinding, ada jejak putus asa di matanya. “Kamu… kamu kan udah inget semuanya. Kenapa dari dulu nggak ngomong? Kenapa bohongi...

Masuk dan lanjutkan membaca