Bab 22

Leopold sempat tak menoleh. Elora menyelipkan lengannya ke lengan pria itu. “Leopold, ayo.”

Leopold tak menjawab apa-apa, hanya menurut saat Elora menariknya pergi. Dua rombongan itu makin menjauh.

Sampai sebuah teriakan datang dari belakang, memecah malam.

“Nona Widyantara!”

Leopold spontan ber...

Masuk dan lanjutkan membaca