Bab 239

Laras mendorong Bagas menjauh. Bagas menghela napas, lalu melepaskannya dan membuka pintu.

Di luar berdiri Bu Sari.

Datang jam segini jelas bukan pertanda baik.

Bagas tetap tenang. Belum sempat ia bicara, Bu Sari sudah lebih dulu membuka mulut. “Ini, saya bawain susu hangat buat kalian berdua.”

...

Masuk dan lanjutkan membaca