Bab 244

Rangga menyalakan mesin mobil, lalu melirik Alya dengan tatapan dingin. “Kita saudara.”

Dia memang nggak menjawab pertanyaan itu secara gamblang, tapi kalimat itu sudah cukup jadi jawaban.

Kalau memang saudara sedarah, seberapa pun kerasnya dulu, mustahil disimpan jadi dendam seumur hidup.

Alya m...

Masuk dan lanjutkan membaca