Bab 88

Suasananya mendadak jadi canggung setengah mati—dua laki-laki sama-sama menggenggam salah satu tangan Lisbeth, saling menatap tajam, tak ada yang mau mundur.

Tamu-tamu lain cuma bisa menonton dalam diam, tak berani bersuara.

Lisbeth menatap Leopold dengan bingung. “Masih ada yang kamu perlukan?”

...

Masuk dan lanjutkan membaca