Bab 136

Quinta menatapku lagi. Di matanya ada kilat sesuatu yang tak ingin kulihat—iba. Ia mengulurkan tangan, ujung jarinya menyapu pipiku, hangat dan lembut seperti biasa. Aku tak menghindar. Tak bisa. Begitu telapak tangannya menangkup wajahku, ada sesuatu di dalam diriku yang nyaris retak berkeping-kepi...

Masuk dan lanjutkan membaca