Bab 191

Aku terbangun oleh semburat jingga lembut matahari senja yang merembes di sela gorden, hangat samar menyapu pipiku. Tubuhku masih terasa berat, tulang-tulangku seperti mengendur setelah tidur panjang yang kupaksakan pada diri sendiri usai kekacauan kemarin. Sambil mengedipkan mata mengusir sisa pusi...

Masuk dan lanjutkan membaca