Bab 196

Layar ponselku menyala, dan nama itu membuat perutku langsung melilit. Aeson.

Ekspresiku seketika masam. Rasa hangat yang beberapa detik lalu masih kutahan di dada, lenyap begitu saja, digantikan sebal. Aku tidak mengangkatnya.

Hampir seketika, pesan lain masuk.

{Kamu di mana?}

Aku menatapnya, j...

Masuk dan lanjutkan membaca