Bab 214

POV Serena

Kemudian bibirnya mulai menelusuri, ringan seperti bulu, penuh penghormatan. Menuruni rahangku. Menuruni leherku. Lalu lebih rendah lagi, menyebarkan ciuman di belahan dadaku, menyalakan percikan. Tubuhku melengkung tak berdaya, butuh lebih, memohon dalam diam. Bibirnya bergerak lebih ja...

Masuk dan lanjutkan membaca