Bab 236

Jam di meja kerjaku berdetak lebih keras dari biasanya. Atau mungkin itu hanya denyut nadiku yang berdetak di pelipisku. Sudah dua puluh menit aku menatap dokumen yang sama, pura-pura membaca, padahal sebenarnya setiap kata hanya menjadi kabur dan tak berarti.

Dia telah kembali pagi itu. Aku tahu s...

Masuk dan lanjutkan membaca