Bab 97

POV Serena

Aku berputar menghadapnya pelan-pelan, tiap tarikan napas serasa menggesek tulang rusukku, seperti harus berjuang dulu baru bisa keluar.

“Kamu mau kita ngobrol?” Suaraku terdengar kosong, seolah sudah dikuras habis sampai yang tersisa cuma lelah.

Aeson mengangguk sekali. “Iya.”

Aku te...

Masuk dan lanjutkan membaca