Bab 226

HANNAH

Gelap itu mundur. Amarahnya tetap tinggal.

Dia membalikkan tubuhku telentang. Tak ada suara lolos dari bibirku. Aku menatap tajam wajahnya yang mengeras, menatapku dari atas. Dia jongkok di sampingku. Matanya mengincar leherku sementara jemarinya membelai belatinya dengan penuh sayang. ...

Masuk dan lanjutkan membaca