Bab 318

LUCIAN

Bibir kami bertaut lagi. Aku membuka bibirku, menghembuskan napas ke dalam mulutnya. Menghirup aroma memabukkan darinya.

Aroma itu memenuhi hidungku. Mengisi otakku. Membuatku hampir tidak bisa berpikir.

Yang kuinginkan hanyalah dia. Dan semakin aku memilikinya, semakin aku merasa tidak perna...

Masuk dan lanjutkan membaca