Bab 59 59

Bukannya menjawab, dia malah menenggak minumannya lama-lama. “Kayaknya yang diikutin fotografer itu bukan kamu. Siapa tahu kamu jadi agak tenang.”

Jantungku bergetar. “Maksud kamu apa?”

“Mantan gue itu pendendam, rakus, bajingan,” desisnya.

Aku tak bisa menahan diri untuk tidak meringis mendengar...

Masuk dan lanjutkan membaca