PASAL 100

Sudut pandang Elsie

Aku mengetuk lagi, kali ini lebih keras. “Ya ampun…” gumamku pelan, nyaris cuma untuk diriku sendiri.

Di belakangku, si pengawal berdiri seperti patung. Terlalu dekat. Aku hampir bisa merasakan napasnya di tengkukku. Bahuku menegang. Memangnya dia harus menempel segitunya?

Sua...

Masuk dan lanjutkan membaca