PASAL 152

POV Kael

Elena melangkah maju. “Lucas, tolong, biar aku jelasin—”

“Aku nggak mau dengar apa pun dari kamu.” Tatapannya terkunci padaku. “Kael. Sahabat terbaikku. Saudara sejiwaku. Udah berapa lama kamu bohongin aku?”

“Aku nggak—”

“Omong kosong!” Ia melempar kotak cincin itu. Kotaknya meluncu...

Masuk dan lanjutkan membaca