BAB 154

Kepala Kael berdentam, irama kejam dan tak terhentikan yang terasa seperti seseorang sedang memukul bagian dalam tengkorakku dengan palu godam.

Fokus. Ayo. Kamu sudah bertahan dari hal yang lebih buruk.

Benarkah?

Aku berkedip keras, memaksa mataku menyesuaikan diri dengan kegelapan yang menekan. ...

Masuk dan lanjutkan membaca