PASAL 196

Sudut Pandang Kael

"Milikku," kataku pelan. "Kamu milikku, Elsie. Pasanganku. Segalanya bagiku."

"Milikmu," dia berbisik. "Selalu milikmu."

Lalu aku menciumnya lagi.

Kali ini bukan lembut. Bukan hati-hati. Ini adalah kebutuhan dan keinginan dan berbulan-bulan menahan apa yang kami rasakan akhirny...

Masuk dan lanjutkan membaca