PASAL 204

Drovemir menatapku lama. Lalu ujung bibirnya terangkat menjadi sesuatu yang bahkan bukan senyum.

“Memalukan,” katanya pelan.

Kata itu menghantamku seperti tamparan.

“Semua ini—” Ia memberi isyarat ke pergelangan tanganku yang berdarah, ke darah yang menggenang di atas marmer, ke tubuhku yang mula...

Masuk dan lanjutkan membaca