PASAL 264

Aku memeluknya lebih erat, kedua lenganku melingkari tubuh serigalanya yang besar, kepalanya terkulai berat dan lemas di dadaku. Air mata mengalir deras di pipiku, panas dan tak habis-habis, menetes ke bulu kelabunya yang gelap lalu lenyap di sela-sela lapisan bulu yang tebal.

“Kembali…” aku memoho...

Masuk dan lanjutkan membaca