PASAL 275

POV Kael

“Anak kita.”

Aku mengulanginya lagi, karena yang pertama barusan belum terasa nyata. Aku terus menunggu momen itu—momen ketika kata-kata itu benar-benar jatuh pada tempatnya dan berubah jadi sesuatu yang bisa kugenggam, bukan sesuatu yang selalu lolos dari sela jemariku tiap kali kup...

Masuk dan lanjutkan membaca