PASAL 282

Elsie terdiam cukup lama. Tatapannya menancap padaku.

Bukan tatapan berhitung yang biasanya ia pakai seperti tameng. Bukan ekspresi hati-hati dan tertutup yang selalu menjaga jarak dari dunia.

Kali ini cuma… sedih.

Sedih yang mentah, tanpa pelindung, dan entah kenapa justru membuatnya terlihat le...

Masuk dan lanjutkan membaca