BAB 309

Aku duduk di ruang tunggu kecil yang menempel di aula utama, tangan terlipat rapi di pangkuan, mata tak lepas dari pintu.

Menunggu.

Dinding batu di sekeliling terasa dingin, bahkan ketika perapian di sebelah kiriku memercikkan bara hangat. Entah sudah berapa lama aku di sini—rasanya seperti berjam...

Masuk dan lanjutkan membaca