Bab 142

Aku menatap layar ponselnya, lalu kembali menatapnya. Hanya serangkaian angka romawi yang bersih. Sederhana.

"Itu saja?" tanyaku, alis terangkat.

Dia mengangguk sekali. "Itu saja."

Gelombang lega yang tenang mengalir dalam diriku. Aku bisa menyelesaikannya dalam tidurku.

"Baiklah," kataku, "Ada gaya...

Masuk dan lanjutkan membaca