Bab 152

Rowan memarkir di tepi jembatan yang sepi, jauh dari lalu lintas. Mesin mobil mati, meninggalkan hanya suara angin dan air yang mengalir di bawah. Kami berdua diam untuk beberapa saat. Aku hanya duduk di sana, menatap ke arah yang tak tentu. Tangan-tanganku tergenggam erat di pangkuan, dan pikiranku...

Masuk dan lanjutkan membaca