Bab 157

"Apa iya?" tanyaku, suaraku pelan tapi tajam. Kata-kataku meluncur seperti pedang yang keluar dari sarungnya. Napasnya tertahan dan langkahnya terhenti.

Dia berhenti bergerak.

Mengernyit.

Ruang ini menahan napas.

"Apa?" tanyanya, pelan. Terluka.

Aku tidak bermaksud mengatakannya, tapi sekarang sudah...

Masuk dan lanjutkan membaca