Bab 170

"Layla..." dia berbisik namaku seolah tidak tahu harus berbuat apa dengan itu. Seolah itu menjadi sesuatu yang dia takut sentuh.

Aku mengusap wajahku sebelum air mata jatuh. Aku benci menangis di depannya. Aku benci merasa di depannya.

"Kamu tidak bisa pura-pura peduli. Tidak sekarang. Tidak setelah...

Masuk dan lanjutkan membaca