Bab 177

Baru jam tujuh. Langit masih berwarna merah muda dengan sisa-sisa fajar, dan aku mengutuk setiap keputusan hidup yang membawaku ke momen ini, yaitu, setuju untuk lari bersama Adam.

"Setan macam apa yang merasuki tubuhku setiap pagi?" aku terengah-engah, dramatis melemparkan kepalaku ke belakang. "Ka...

Masuk dan lanjutkan membaca