Bab 42

Dia tergeletak di atasku, kulit telanjangnya hangat menempel di kulitku, jemarinya menelusuri pola-pola ringan dan malas di dadaku.

Aku bahkan tak akan bisa berhenti menyentuhnya meski aku berusaha.

Setiap inci dirinya—milikku untuk kugenggam, kunikmati.

Aku mengencangkan lenganku memeluknya, tel...

Masuk dan lanjutkan membaca