Bab [96] Kamu Merebut Cucu Saya!

Kakek Linus dengan lembut menepis tangan Pak Linus yang memapahnya, lalu berdiri tegap di depan mikrofon. Posturnya masih gagah. Meskipun guratan waktu telah terukir jelas di wajahnya, aura wibawanya sama sekali tidak berkurang.

“Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih kepada Bapak, Ibu, dan Sau...

Masuk dan lanjutkan membaca