BAB SERATUS SEPULUH

Tricia membangunkanku dari tanah pagi-pagi sekali dengan tepukan pelan di bahu.

Aku tersentak bangun, menoleh ke sekeliling dengan tatapan bingung, lalu rasa tidak enak mulai menjalar di sekujur tubuh.

“Kamu nggak suka tendanya?” tanyanya, heran.

“Aku tadi mual banget, jadi terpaksa keluar,” jawa...

Masuk dan lanjutkan membaca