BAB DUA RATUS DUA

Saat dia membukakan pintu mobil untukku, gerakannya berlebihan—seolah-olah pintu itu musuhnya—memperlihatkan seberapa kesalnya dia.

Aku pura-pura tak melihat. Kubuat wajahku setenang mungkin, seakan semua itu benar-benar normal.

Di ambang pintu rumah, ibunya sudah menunggu, memperhatikan kami dari...

Masuk dan lanjutkan membaca