BAB DUA RATUS TIGA PULUH ENAM

“Ada apa? Dia kenapa? Dia kenapa-napa?” tanyaku, cepat-cepat menggendongnya dari Roe yang kelihatan benar-benar kelelahan.

“Dari tadi dia nangis seharian, dan apa pun yang kami lakukan nggak bisa bikin dia tenang. Dua kali doang dia kecapekan terus ketiduran, tapi selebihnya matanya berair terus da...

Masuk dan lanjutkan membaca