BAB DUA RATUS EMPAT PULUH EMPAT

Aku rasanya melayang waktu datang ke kantornya untuk kedua kalinya hari ini. Yang tadi waktu nganterin dia berangkat kerja nggak usah dihitung, itu memang sudah sewajarnya.

Orang-orang di meja resepsionis menahan tawa dan cekikikan. Pasti aneh buat mereka lihat aku begini—ngoceh penuh sayang soal i...

Masuk dan lanjutkan membaca