BAB DELAPAN PULUH TUJUH

“Aku kangen suara kamu,” kataku saat dia keluar dari kamar mandi. Aku ingin memalingkan mata dari tubuhnya, tapi nggak bisa.

Pria itu nyaris sempurna.

“Aku nurut saran kamu. Nyanyi di kamar mandi itu enak banget,” balasnya, lalu mengedip padaku sebelum masuk ke ruang gantinya.

Seharusnya aku suda...

Masuk dan lanjutkan membaca