Bab 19

Aku membeku di balik bayang-bayang lorong. Rasa bersalah menusuk tajam di dada karena tadi aku sudah menghancurkan patung kristal mahal itu—pecah jadi serpihan-serpihan berkilau seperti hujan kaca.

Tapi suara Daemon langsung membelah momen itu, rendah, malas, dan penuh ejekan seolah semua hal di du...

Masuk dan lanjutkan membaca