Bab 58

Evan bersandar di kusen pintu dengan jas dokternya yang sudah seperti seragam wajib. Rambut pirangnya agak berantakan, seolah barusan berkali-kali diacak dengan jemarinya sendiri.

“Enggak,” jawabku singkat.

“Ya…” suaranya turun, pelan dan hati-hati. “Aku tahu sudah malam, tapi kupikir kamu mungkin...

Masuk dan lanjutkan membaca