BAB 189

Langkah mereka maju tidak mendadak, tapi mustahil dihentikan. Setiap pijakan memangkas jarak—bukan cuma jarak fisik, melainkan jarak dalam urutan kuasa—seolah lorong itu sendiri sedang disetel ulang, dipaksa menyesuaikan logika yang bukan milik rumah ini, bukan milik Kaleb, dan bahkan bukan milik st...

Masuk dan lanjutkan membaca