Bab [18] Ke Mana Pak Pratama Pergi

Sudut bibir Rahman Hartono terangkat, membentuk senyuman yang sulit diartikan.

Sepasang matanya yang sipit tampak seperti kolam yang dalam, hitam pekat, tak terduga, seolah bisa menenggelamkan siapa pun yang memandangnya.

"Apa dia masih mempermasalahkan kejadian semalam?" tanyanya, berpura-pura ti...

Masuk dan lanjutkan membaca