Bab [23] Dia Adalah Wanita di Sisinya

Tangan Arya Pratama ditarik oleh wanita itu, mendorong pintu ruang rapat, dan langsung melangkah keluar.

Keduanya pergi sambil tertawa dan mengobrol, tak satu pun dari mereka yang melirik Maya Yanuar.

Hati Maya terasa dingin, ia mulai membereskan dokumen di atas meja.

Tepat pada saat itu, perutny...

Masuk dan lanjutkan membaca